Kamis, 12 Juni 2008

KRET

hingga perjalanan ini ada di ujungnya/
hingga ujungnya kembali menjadi pangkal/
atau hingga ujung pangkal itu nihil dalam absurditasnya/
saya akan tetap mengaduh//

saya akan tetap mengaduh/
hingga beribu suara datang menghibur/
hingga sejuta lainnya diam dalam bosan/
hingga yang ada hanya labirin dalam labirin //
pada apa yang tengah dipertentangkan/
pada apa yang harus diperjuangkan/
enyahlah!//

enyahlah dalam bingkai kebisuan-nya/
sembunyilah diantara sebelas bintang yang redup/
atau tunaikanlah kemusnahanmu dengan bangga//

kau, dia, sama saja/
batu, pohon, angin, hujan, tetap menghina/
kalian, mereka, sama juga//

selama masih ada jiwa/
dalam ringkih raga yang keropos oleh dusta/
menjauhlah, bawa kembali senyum sengakmu//

jika rajanya adalah nurani/
atau harga diri jadi harga mati/
tiada tempatmu dalam relung hati/
dan tak perlu memaksakan untuk peduli/
karena peduli bukan hanya budi/
lebih jahat dari caci, penjajahan!!//

enyahlah!
dan saya akan tetap mengaduh!//

Tidak ada komentar:

batas indah

bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...