hening nan kejap itu mengalir/
lembut, terbawa maruta/
mungkar 'adam, ikut melarut/
sementara angin kembali mengendap, kering/
waktu tinggal sisa, pelengkap luka/
amarah temui wajahnya/
hah, betapa menyedihkannya AKU/
maafkan aku, nak!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar