Selasa, 29 Juli 2008

mbajug!

kemudian semuanya mengeluh,

ketidakadilan mereka kuak
dengan tetap jentikkan kelingking kepadaku

selama yang bisa kau ingat
kapan dengar keluhku
selama yang kau bisa lihat
kapan ku membencimu

demi sebuah jawaban yang terancam kemunafikan
aku memang munafik
demi kemesraan yang semukan pahit hidup
aku tetap butuhkanmu

mengeluhlah dengan sempurna
retakkan langit putih tak berdosa
teriaklah sepuasmu semaumu
runtuhkan arca lingga-nya siwa
hanya satu pesan untukmu, sayang
’jangan di telingaku!’

Tidak ada komentar:

batas indah

bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...