Jumat, 24 Oktober 2008
BATIR gendu2 rasa
dunia telah mencoretnya.
organizer sejati, ... dia yang menolong saya. dalam perkenalan pertama, dia meminjamkan sebuah fotokopian (buku), yang judulnya saya lupa. buku itu berbicara ttg bagaimana cara kita mengajak ngobrol orang lain, masuk kepikiran mereka, menggugah kepedulian mereka, membuat mereka bersepakat dan berserikat, dan ujung-ujungnya adalah untuk sadar bergerak. perkenalan yang tak mengasyikkan ini kemudian berlanjut menjadi persahabatan yang berwarna : merah-hijau.
waktu yang bergerak mengantarkan kehancuran alam terus menggerus semua yang baik, apalagi yang samar. salah satu temannya, temanku pula, telah sukses keluar dari labirin pilihan ... menjadi pengumpul uang ... menghapus kepedulian terhadap lingkungan. sedangkan aku kemudian menjadi jongos miskin ... pemimpi aksi.
dunia telah menghukumnya.
tak bersua beberapa tahun. katanya, dia pernah melancong ke Jakarta untuk mencari kerja. tepat seperti dugaanku, sebulan kemudian dia dirumahkan karena terlalu percaya akan adanya hak-hak pekerja. kemudian, dia diterima lagi sebagai salesman di sebuah perusahaan pemasaran motor. ceritanya sama, dia dikeluarkan karena protes ttg upahnya. dia mengibaratkan pekerja jaman sekarang bagaikan sapi perah tanpa STNK. selain dipelihara untuk dimanfaatkan semaunya juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak dihargai sebagaimana motor yang lengkap surat2nya.
'kemana dia sekarang ... ?' pertanyaan yang ingin kucari jawabannya tatkala lebaran tiba. kabar itu terlalu cepat, karena aku sendiri belum hendak ke rumahnya, masih beramah tamah dengan orang tua dan saudara. sepupuku bercerita dengan diawali sebuah pertanyaan : 'apa bener kalau dia sudah .... ?' tunggu sebentar! (bentakku dalam hati). .. tidakkah kau paham, dia bukan sekedar teman? dia guruku. tidakkah kau mengerti bahwa dia terkuat? dia termasuk aktivis prd periode awal (yang dikejar2 soeharto). sepupuku seolah tak mengerti ... "bener, sudah lama katanya."
kurang waras? hanya kalian saja yang tak mengerti bahasa. kumatan? hanya kalian saja yang iri atas kegeniusannya, bukan? .... tapi kenapa bisa seperti ini???? dunia yang kejam harusnya tetap memberikan ruang (mekipun) sempit bagi para pemikir, bagi para organizer kaum pinggir-anti jilat. sobat ... guru ... maafkan. suatu saat yang entah kapan itu terjadi, aku harus sujud di kakimu ... dan menemanimu lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar