Rabu, 10 Desember 2008
yang tak terhenti
harumkan tanah kering di sebuah siang
hujan bawakan seranting keceriaan
awan tak mampu tutupi cerah langit dengan sempurna
sisakan bias biru-mendung
air mata yang ditunggu tak juga datang
hujan terhenti dengan kepayahan
biru kembali kuasai langit
tanah menghisap air dalam kehausan
sisakan gejolak yang belum teredam air mata
ibrahimpun sempat bimbang dalam keimanannya
jika harus mengorbankan anaknya
lalu apa yang kupertahankan
jika memang semuanya bermuara pada pengorbanan
tetapi mataku makin panas
semuanya tetap berjalan
sehingga bola dunia tetap berputar
semuanya harus terus saling menggesek
sehingga air temukan ruangnya
aku hanya ingin menangis
bukan sekedar air
bukan sekedar basah
air mata adalah ungkapan santun
muara sedih, perih, pasrah, ikhlas
bukan dendam, nafsu amarah
... karena dia tidak salah
... karena dia bukan dewa
... karena dia sekedar berjalan
... agar dia tidak marah
hujan boleh pergi
tanah boleh terbelah kering
magnet bumi boleh bergeser
jangan biarkan dia pergi
karena air mata takkan pernah jadi mutiara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar