Senin, 31 Agustus 2009

*selinganmu


senandung jengah masih saja ada/
meski engkau tetap ada di sini/
yang laksana bawang bombai siap diiris/
bahkan untuk kemudian masuk tong sampah/ sekalipun!/
dan begitulah engkau adanya disini/

dendang maaf penuh kelayuan/
menggerincing begitu panaskan mata/
(oh, jika saja aku tak cinta )/
pujilah tuhanmu dalam durja sesalmu//

wewenang tidak padaku/
ketika para buruh pabrik emis haknya/
ketika anjing koarkan kebebasan/
bahkan aku pun hanya diam kala kakekku mati/

tanggunglah air mata untuk selingkuhanmu/
karna bersamanyalah engkau renggut bahagiaku/
sedangku tak punya belati untuk jantungku sendiri/

sepuluh menit ini aku meradang/
tak terbacakah marahku di tiap anggukanku?/
kan ku hargai kepergian cepatmu, andai

batas indah

bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...