Senin, 05 April 2010

*Atas nama takdir


di tepi sebuah rangkaian angka, aku mengeluh
ratapan pilu menonjokku kuat
untuk sebuah arti aku melacur

dalam sinaran gelap di sebuah subuh, aku mengaduh
kuulukkan salam kemenangan untukmu
atas penantianku, kau muncul di mimpi

betapa keras ombak takdir menghempasku
buatku terdampar di lembaran takdir kering
atau kuinginkanmu dalam duka?

meski kutahu kau luka
aku tak mau kau lebih luka, .... bersamaku

Tidak ada komentar:

batas indah

bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...