Jumat, 09 April 2010
sang wajah
untukmu yang telanjang saat lahir
untukmu yang telanjang saat mandi
untukmu ynag pernah genggam tanganku
:dengarlah detak jantungmu,
apakah kau bising karenanya?
Selasar yang terendap dalam kesenyapan itu adalah rasa
Sejak kapan rasa itu salah?
Dua belas puisi tentangmu kini menyindirku sinis puas
Wajah ynag tak lekang oleh puisi adalah keadaan
Sedangkan puisi yang menghirup puisi adalah nyawa
Pun kau tlah membunuhnya ,sobat!
Rentetan masa menghitung dosa di sela rentetan tawa
Senyawa tak berkeping adalah kehendak yang kadang membuncahkan kenistaan
Sementara wajahmu menghitung takdir
Ah, seakan rencana adalah nyata
Seakan aku harapkan neraka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar