siang terik hadirkan pilu
tapi sahabat selalu ada untukmu
selalu menguatkanmu
malam angkuh lahirkan nelangsa-menghimpit
tapi sahabat temani lewati masa sulit
obral tawa, ajakmu lepas dari sempit
sahabat tak biarkanmu merana
seperti air yang tak kenal lelah dinginkan luka
tak beri waktu buatmu melara
dan angin selalu berusaha usir gerah
sahabat selalu usapmu yang resah
menenangkanmu dalam pasrah
dan diluar ruang, kuhanya bisa merunduk
tak punya tangan untuk memeluk
tak punya tenaga untuk menakluk
ku tak punya sayap untuk bawamu terbang
atau canda yang cerahkan hatimu
tertinggal!
ku selalu tertinggal dalam langkah
terlewat!!
ku selalu gagal hadir saat kau butuh
Senin, 18 September 2017
Senin, 12 Juni 2017
keindahan yg termimpi
ketika siang membakar hati
saat terik keringkan imajinasi
dan kala angin tak ramah menampar
sepucuk doa tetap kuhaturkan
takdir tlah kujalani penuh
karena dunia ini memang kewajiban
begitulah, semua ada dlm kotak
meski langkahku gontai
tak kurangi kemerdekaan otakku
untuk berucap “kau manis”
meski hatiku begitu
kelam sehitam aspal
atau ucapku sekasar pahatan candi
aku berhak utk memujamu
sebagai keindahan yg termimpi
selebihnya, biarkan dunia ini berputar semaunya
krn selaksa upaya hentikan peradaban adalah sia sia
dan selalu, yang terbaik untukmu!!!!
Minggu, 11 Juni 2017
jangan memaksa
tanpa tumpah sekalipun, kopiku juga akan
habis
begitulah, kenyamanan pasti akan berakhir
.... tanpa harus dipaksa
dan mengembalikan kenyamanan bukan perkara
mudah
sekehendak angin yang bertiup
kenyamanan ada dalam ruang
demikian juga derita
tak menanah dalam ruang kosong
aku tak sekeras cadas
yang kekar dalam sabar
bahwa aku mudah menangis
bahwa aku mudah memerah
bahwa labilku seringan kapas
jika yang kau inginkan adalah senyum
tak perlu tanganmu menarik bibirku
bahkan, tak perlu memerintah
tak perlu meminta
karena senyum adalah ungkapan lega
buatlah aku lega
dengan melihatmu bahagia
dengan melihatmu damai
dengan melihatmu menari indah
dengan melihatmu berdendang riang
karena aku berkuasa atas batinku
buih
berhentilah melihatku sebagai rayap
yang gerogoti kebahagiaanmu
yang kurangi indah lakumu
yang bercakkan luka di wajahmu
Kuyakinkan lingkungan yang kejam,
yang tersisa hanyalah buncahan mimpi
tak sedahsyat ombak yang mampu mengikis karang,… hanya
buih
bahwa aku bukanlah singa
biarkan aku dalam sepi
biarkan sunyi
karena itulah habitatku kini
anggap saja aku telah pergi
penawar luka
terkuras dalam kebimbangan, jiwa melepuh
yang terhampar selalu tanya
yang meliput selalu nafsu
hingga langit pendek membeku
berkali bangun dalam gairah, setelah malam hadirkan mimpi tentangmu
menjadi beban tiada teman
menjadi pemberat langkah
hingga langit pendek membeku
sulit menghilangkanmu
lebih sulit menghadirkanmu
biarlah ketang ....
selalulah menjadi hantuku
selalulah menjadi periku
selalulah jadi penghiburku
selalulah bebani langkahku
karena kaulah penawar luka hidupku
yang terhampar selalu tanya
yang meliput selalu nafsu
hingga langit pendek membeku
berkali bangun dalam gairah, setelah malam hadirkan mimpi tentangmu
menjadi beban tiada teman
menjadi pemberat langkah
hingga langit pendek membeku
sulit menghilangkanmu
lebih sulit menghadirkanmu
biarlah ketang ....
selalulah menjadi hantuku
selalulah menjadi periku
selalulah jadi penghiburku
selalulah bebani langkahku
karena kaulah penawar luka hidupku
pembalut hati
sekejap saja senyum itu hadir
kan cukup teduhkan gulana
sekejap gerimis hadir
hapus dahaga melara
sekejap kilat bangunkan waspada
bergidik lantunkan harap khusyuk
cukup hadirmu tak lama
kasihmu begitu kuat memeluk
yang tertinggal memang hanya kenang
melantun sendu harap terulang
yang terharap kala waktu bermurah
adalah hadirmu dalam peluk gairah
jikalah gunung biru itu pemurah
tiadalah sungai mengalir susah
sekhusyukku harapmu bermurah
sempurnai hari hari menjadi indah
kan cukup teduhkan gulana
sekejap gerimis hadir
hapus dahaga melara
sekejap kilat bangunkan waspada
bergidik lantunkan harap khusyuk
cukup hadirmu tak lama
kasihmu begitu kuat memeluk
yang tertinggal memang hanya kenang
melantun sendu harap terulang
yang terharap kala waktu bermurah
adalah hadirmu dalam peluk gairah
jikalah gunung biru itu pemurah
tiadalah sungai mengalir susah
sekhusyukku harapmu bermurah
sempurnai hari hari menjadi indah
Jumat, 09 Juni 2017
#tertawalah
linglung!
rangkaian tekanan buatku linglung
tak bisa terbedakan lagi antara hitam dan putih
berkalungkan amarah,
teman terlihat hunuskan parang, ikut menantang
dikalungi dendam, sahabat pergi
duh gusti yang maha tahu, beginikah harusnya?
ku (merasa) bela dia dengan seluruh harga diriku, seutuhnya
hahaha, rupanya aku salah
yang baik menurutku, tidak selamanya berharga
demi langit yang tak terbatas, aku linglung!
tak terperi sakit sekarang
rangkaian tekanan buatku linglung
tak bisa terbedakan lagi antara hitam dan putih
berkalungkan amarah,
teman terlihat hunuskan parang, ikut menantang
dikalungi dendam, sahabat pergi
duh gusti yang maha tahu, beginikah harusnya?
ku (merasa) bela dia dengan seluruh harga diriku, seutuhnya
hahaha, rupanya aku salah
yang baik menurutku, tidak selamanya berharga
demi langit yang tak terbatas, aku linglung!
tak terperi sakit sekarang
Langganan:
Postingan (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...