Senin, 12 Juni 2017

keindahan yg termimpi

ketika siang membakar hati
saat terik keringkan imajinasi
dan kala angin tak ramah menampar
sepucuk doa tetap kuhaturkan

takdir tlah kujalani penuh
karena dunia ini memang kewajiban
begitulah, semua ada dlm kotak

meski langkahku gontai
tak kurangi kemerdekaan otakku
untuk berucap “kau manis”

meski hatiku begitu kelam sehitam aspal
atau ucapku sekasar pahatan candi
aku berhak utk memujamu
sebagai keindahan yg termimpi

selebihnya, biarkan dunia ini berputar semaunya
krn selaksa upaya hentikan peradaban adalah sia sia
dan selalu, yang terbaik untukmu!!!!

Minggu, 11 Juni 2017

jangan memaksa

tanpa tumpah sekalipun, kopiku juga akan habis
begitulah, kenyamanan pasti akan berakhir
.... tanpa harus dipaksa
dan mengembalikan kenyamanan bukan perkara mudah

sekehendak angin yang bertiup
kenyamanan ada dalam ruang
demikian juga derita
tak menanah dalam ruang kosong

aku tak sekeras cadas
yang kekar dalam sabar
bahwa aku mudah menangis
bahwa aku mudah memerah
bahwa labilku seringan kapas

jika yang kau inginkan adalah senyum
tak perlu tanganmu menarik bibirku
bahkan, tak perlu memerintah
tak perlu meminta
karena senyum adalah ungkapan lega

buatlah aku lega
dengan melihatmu bahagia
dengan melihatmu damai
dengan melihatmu menari indah
dengan melihatmu berdendang riang


karena aku berkuasa atas batinku

buih

berhentilah melihatku sebagai rayap
yang gerogoti kebahagiaanmu
yang kurangi indah lakumu
yang bercakkan luka di wajahmu

Kuyakinkan lingkungan yang kejam,
yang tersisa hanyalah buncahan mimpi
tak sedahsyat ombak yang mampu mengikis karang,… hanya buih
bahwa aku bukanlah singa

biarkan aku dalam sepi
biarkan sunyi
karena itulah habitatku kini

anggap saja aku telah pergi

penawar luka

terkuras dalam kebimbangan, jiwa melepuh
yang terhampar selalu tanya
yang meliput selalu nafsu
hingga langit pendek membeku

berkali bangun dalam gairah, setelah malam hadirkan mimpi tentangmu
menjadi beban tiada teman
menjadi pemberat langkah
hingga langit pendek membeku

sulit menghilangkanmu
lebih sulit menghadirkanmu

biarlah ketang ....
selalulah menjadi hantuku
selalulah menjadi periku
selalulah jadi penghiburku
selalulah bebani langkahku
karena kaulah penawar luka hidupku

pembalut hati

sekejap saja senyum itu hadir
kan cukup teduhkan gulana
sekejap gerimis hadir
hapus dahaga melara

sekejap kilat bangunkan waspada
bergidik lantunkan harap khusyuk
cukup hadirmu tak lama
kasihmu begitu kuat memeluk

yang tertinggal memang hanya kenang
melantun sendu harap terulang
yang terharap kala waktu bermurah
adalah hadirmu dalam peluk gairah

jikalah gunung biru itu pemurah
tiadalah sungai mengalir susah
sekhusyukku harapmu bermurah
sempurnai hari hari menjadi indah

Jumat, 09 Juni 2017

#tertawalah

linglung!
rangkaian tekanan buatku linglung
tak bisa terbedakan lagi antara hitam dan putih

berkalungkan amarah,
teman terlihat hunuskan parang, ikut menantang
dikalungi dendam, sahabat pergi

duh gusti yang maha tahu, beginikah harusnya?
ku (merasa) bela dia dengan seluruh harga diriku, seutuhnya

hahaha, rupanya aku salah
yang baik menurutku, tidak selamanya berharga

demi langit yang tak terbatas, aku linglung!
tak terperi sakit sekarang

batas indah

bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...