bisa saja engkau lupa
bahkan raja pandirpun kadang bijaksana
pelawak kondang juga boleh berduka
sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta
jika aku tak akan lupa
lebih karena tak mau lupa
keindahan yang tersurat terlampau hebat untuk disekat
dan dikurung sebagai masa lalu yang pekat
mengabadikanmu sebagai yang indah, bukan tanpa godaan
menetapkanmu sebagai batasan manis, penuh cobaan
meski tak jarang hujan datang terlampau deras
sampai yang takut menjadi begitu bebas
tapi adamu sebagai batas, bawaku diaam dalam puas
masihkah terjaga namaku disana?
di sebuah relung yang dulu kumeraja?
dan pertanyaan bodoh ini terus kuulang untuk menghibur
karena seolah aku pernah memilikimu
Kamis, 19 April 2018
Selasa, 17 April 2018
merabaimu
merabamu...
tiap tetes air matamu, kuusap
tiap dentuman amarahmu, kuserap
pekat ...sepekat apa tetap kudekap
untuk tidak melara barang sekejap
merabaimu...
tiap gerak, peka kubacai
tiada terlewat, ungkapmu hikmat kurasai
.... tiada lalai
selalu menjagai
nyatanya bantal kusam tak perlu dirindu
bahkan terlupa, seoalah tak pernah mewujud dalam laku
tidak! lebih-lebih untuk diaku
akulah bantal kusam yang selalu sepi
terpanggang hasrat untuk punya arti
pun hanya duka merajai
karena ironi bukan melulu imaji
meski lelah mengusir lalat
pengemis tak jera bertobat
dan di sini..., huh!!!! hati kian melarat
dalam kenistaan dan kesunyiaan pekat.
tiap tetes air matamu, kuusap
tiap dentuman amarahmu, kuserap
pekat ...sepekat apa tetap kudekap
untuk tidak melara barang sekejap
merabaimu...
tiap gerak, peka kubacai
tiada terlewat, ungkapmu hikmat kurasai
.... tiada lalai
selalu menjagai
nyatanya bantal kusam tak perlu dirindu
bahkan terlupa, seoalah tak pernah mewujud dalam laku
tidak! lebih-lebih untuk diaku
akulah bantal kusam yang selalu sepi
terpanggang hasrat untuk punya arti
pun hanya duka merajai
karena ironi bukan melulu imaji
meski lelah mengusir lalat
pengemis tak jera bertobat
dan di sini..., huh!!!! hati kian melarat
dalam kenistaan dan kesunyiaan pekat.
miris saja
sepertinya jika bisa menawar kodrat
karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak
atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua
tapi hidup bukan jika dan jika
aneh, melihat manusia agul dengan dayanya nan kuat
lebih mirip pamer borok, terlihat
lebih terbaca sebagai kebodohan berlipat
lebih ironis, tak sedikit yang lupa hakikat
miris, lebih banyak yang lupa martabat
hanya karena merasa aman terikat
dan dibela oleh yang kuat
hidup bukan jika dan jika
silahkan mabok dengan riya
hingga satu kerikil kecil berkata
hingga semut mungil ungkap murka
sampai tangis sesal sadarkan jiwa
bahwa hebatmu adalah luka
bahwa kuat kan buatmu merana
karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak
atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua
tapi hidup bukan jika dan jika
aneh, melihat manusia agul dengan dayanya nan kuat
lebih mirip pamer borok, terlihat
lebih terbaca sebagai kebodohan berlipat
lebih ironis, tak sedikit yang lupa hakikat
miris, lebih banyak yang lupa martabat
hanya karena merasa aman terikat
dan dibela oleh yang kuat
hidup bukan jika dan jika
silahkan mabok dengan riya
hingga satu kerikil kecil berkata
hingga semut mungil ungkap murka
sampai tangis sesal sadarkan jiwa
bahwa hebatmu adalah luka
bahwa kuat kan buatmu merana
Senin, 16 April 2018
penjajah hati
bahwa malam ini kepala mendingin
lebih karena cuaca yang dingin
bukan sebab lain
apalagi oleh lima teguk kopi dingin
anehnya saat kepala dingin, kau berkuasa
bahwa pesonamu makin buatku terenggut
semata karena beningmu kian kuat menguat
penuh jejali otak sekarat
pun kala hujan menambah sunyi
ruang hangat tersisa, untukmu dalam sanubari
sesederhana hujan yang tetap ajakmu menari
dalam dendang cinta abadi
lebih karena cuaca yang dingin
bukan sebab lain
apalagi oleh lima teguk kopi dingin
anehnya saat kepala dingin, kau berkuasa
bahwa pesonamu makin buatku terenggut
semata karena beningmu kian kuat menguat
penuh jejali otak sekarat
pun kala hujan menambah sunyi
ruang hangat tersisa, untukmu dalam sanubari
sesederhana hujan yang tetap ajakmu menari
dalam dendang cinta abadi
sejiwa yang mencinta
jika yang tertunggak hanya janji
mungkin iblis akan mencium damai surgawi
mungkin lalat bisa disukai sang dewi
tapi ini lebih agung dari janji
.... maka hanya tuas takdir yang bisa merubah haluan diri
untuk menghilangkanmu dari pikir
memang kemudian semuanya akan harus pergi
karena kefanaan dunialah yang abadi
karena semua tunduk kalam ilahi
... maka kan kusimpan cinta ini di hati
untukmu, tanpa perlu kau pahami
dan sebagai awan yang pernah menggelapkan hati
aku (nanti) akan ikhlas pergi
hufffff.....
aku, sejiwa yang teronggok dalam pojok garis hidup
akan terlepas ikhlas pada saatnya mata menutup
mungkin iblis akan mencium damai surgawi
mungkin lalat bisa disukai sang dewi
tapi ini lebih agung dari janji
.... maka hanya tuas takdir yang bisa merubah haluan diri
untuk menghilangkanmu dari pikir
memang kemudian semuanya akan harus pergi
karena kefanaan dunialah yang abadi
karena semua tunduk kalam ilahi
... maka kan kusimpan cinta ini di hati
untukmu, tanpa perlu kau pahami
dan sebagai awan yang pernah menggelapkan hati
aku (nanti) akan ikhlas pergi
hufffff.....
aku, sejiwa yang teronggok dalam pojok garis hidup
akan terlepas ikhlas pada saatnya mata menutup
pendosa pincang
tergores
atau tersayat ....
hanya beda penyebutan
untuk sebuah luka
yang sama perih dan mendendam
pincang jalani peran
terseok oleh kelokan tajam
ditambah segala aroma busuk yang menusuk
apa yang telah terjanjikan?
nihil!!! kecuali tak ada jalan mundur
kosong!!! kecuali keharusan
dan ..
tak layak berhitung dengan tuhan
atau tersayat ....
hanya beda penyebutan
untuk sebuah luka
yang sama perih dan mendendam
pincang jalani peran
terseok oleh kelokan tajam
ditambah segala aroma busuk yang menusuk
apa yang telah terjanjikan?
nihil!!! kecuali tak ada jalan mundur
kosong!!! kecuali keharusan
dan ..
tak layak berhitung dengan tuhan
terbedakan
mungkin saja angin lupa menyapa
sedaun talas diam dalam sedih
apa yang salah denganku?
kenapa terbedakan, selalu?
mungkin juga bola lelah berputar
berhenti tepat sebelum kenai tuas takdir
apa yang beda dariku?
kenapa tersalahkan, selalu?
sedaun talas diam dalam sedih
apa yang salah denganku?
kenapa terbedakan, selalu?
mungkin juga bola lelah berputar
berhenti tepat sebelum kenai tuas takdir
apa yang beda dariku?
kenapa tersalahkan, selalu?
Langganan:
Postingan (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...