merabamu...
tiap tetes air matamu, kuusap
tiap dentuman amarahmu, kuserap
pekat ...sepekat apa tetap kudekap
untuk tidak melara barang sekejap
merabaimu...
tiap gerak, peka kubacai
tiada terlewat, ungkapmu hikmat kurasai
.... tiada lalai
selalu menjagai
nyatanya bantal kusam tak perlu dirindu
bahkan terlupa, seoalah tak pernah mewujud dalam laku
tidak! lebih-lebih untuk diaku
akulah bantal kusam yang selalu sepi
terpanggang hasrat untuk punya arti
pun hanya duka merajai
karena ironi bukan melulu imaji
meski lelah mengusir lalat
pengemis tak jera bertobat
dan di sini..., huh!!!! hati kian melarat
dalam kenistaan dan kesunyiaan pekat.
Selasa, 17 April 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
batas indah
bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...
-
Serrr... bunyi gesekan rimbun daun pohon bambu sesekali diselingi bunyi derit batangnya yang bergesek. Tupai-tupai kecil meloncat lincah, s...
-
sepertinya jika bisa menawar kodrat karang tua juga ingin jauh dari serbuan ombak atau, ombakpun ingin berhenti menerjang karang tua tapi...
-
jika yang tertunggak hanya janji mungkin iblis akan mencium damai surgawi mungkin lalat bisa disukai sang dewi tapi ini lebih agung dari ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar