Selasa, 17 April 2018

merabaimu

merabamu...
tiap tetes air matamu, kuusap
tiap dentuman amarahmu, kuserap
pekat ...sepekat apa tetap kudekap
untuk tidak melara barang sekejap

merabaimu...
tiap gerak, peka kubacai
tiada terlewat, ungkapmu hikmat kurasai
.... tiada lalai
selalu menjagai

nyatanya bantal kusam tak perlu dirindu
bahkan terlupa, seoalah tak pernah mewujud dalam laku
tidak! lebih-lebih untuk diaku

akulah bantal kusam yang selalu sepi
terpanggang hasrat untuk punya arti
pun hanya duka merajai
karena ironi bukan melulu imaji

meski lelah mengusir lalat
pengemis tak jera bertobat
dan di sini..., huh!!!! hati kian melarat
dalam kenistaan dan kesunyiaan pekat.


Tidak ada komentar:

batas indah

bisa saja engkau lupa bahkan raja pandirpun kadang bijaksana pelawak kondang juga boleh berduka sebentuk cinta mewujud dalam seribu cinta...